JURNAL MEMBANGUN JARINGAN LAN
MEMBANGUN JARINGAN LAN
Oleh:
Bani Habibi
Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi
(DOSEN :Tukino, S.Kom, MMSI)
Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi
(DOSEN :Tukino, S.Kom, MMSI)
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Nilai Mata Kuliah Tugas Tengah Semester Pengantar Teknologi Informasi
Pada Program studi SI Teknik Informatika
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
TAHUN 2014
MEMBANGUN JARINGAN LAN
DENGAN MENGGUNAKAN METODE OSPF
Oleh
Bani Habibi
Abstrak : Jaringan komputer memang
sangat diperlukan apalagi di jaman sekarang ini tidak ada Perusahaan
yang tidak menggunakan jaringan komputer. Dengan adanya jaringan
komputer sebuah perusahaan akan mudah dan cepat dalam berbagi data.
sebuah perusahaan belum memiliki jaringan network dan para pekerja
mengalami kesulitan dalam berbagi data dan harus menggunakan flaskdisk dengan demikian harus membutuhkan waktu yang lama untuk berbagi data.
Perancangan ini di buat untuk
mempermudah pembagian data dan komunikasi antara pegawai tanpa harus
menggunakan handpone dan tanpa terkena biaya sms untuk berkomunikasi.
Hasil yang diharapkan memberikan gambaran dan dapat menjadi acuan di
masa yang akan datang.
Kata kunci :Jaringan komputer ,sharing dataDaftar Isi
HALAMAN SAMPUL
Abstract……………………………………………………………………………………………… 1
Daftar Isi …………………………………………………………………………………………… 4
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………………………… 4
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………... 4
1.3 Batasan Masalah ……………………………………………………………………………….. 4
1.4 Analisis Permasalahan ………………………………………………………………………. 4
1.5 Pemecahan Masalah …………………………………………………………………………. 5
1.6 Tujuan Membangun …………………………………………………………………………. 5
1.7 Manfaat Membangun ……………………………………………………………………….. 5
II KAJIAN TEORI
2.1 Jaringan Komputer…………………………………………………………………….………. 6
2.2 Jaringan LAN (Local Area Network) …………………………………………………. 7
2.3 Packet Tracer……………………………………………………………………………………. 7
2.4 Routing…………………………………………………………………………………………… 7
2.5 OSPF………………………………………………………………………………………………. 8
2.6 Server……………………………………………………………………………………………… 8
2.7 Fungsi Router…………………………………………………………………………………… 8
2.8 Bagian-bagian Router……………………………………………………………………….. 9
III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metodologi Penelitian ………………………………………………………………………. 11
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Perancangan Subnet …………………………………………………………………………. 12
4.2 Topologi Jaringan …………………………………………………………………………….. 12
4.3 Perancangan Alat dan Biaya ……………………………………………………………… 12
4.4 Perancangan IP Address ……………………………………………………………………...... 13
4.5 Setingan Router ……………………………………………………………………………….. 15
V Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………….. 18
5.2 Saran …………………………………………………………………………………………… 18
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………… 19
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era baru ini kebutuhan manusia dalam
akses data semakin meningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran
hidup manusia ke arah yang lebih berkembang, bukan hanya perusahaan
besar, perusahaan kecil pun telah menjadikan jaringan sebagai hal yang
paling penting untuk membantu menyelesaikan masalah.
Dari itu jaringan komputer di buat agar
dapat mempermudah pengaksesan. Misalnya direktur menginginkan laporan
bulan ini dikirim segera, dengan adanya jaringan komputer para pekerja
tidak perlu melangkahkan kaki untuk mengirim laporan tersebut dan waktu
yang di gunakan sangat sedikit. Di dalam dunia pekerjaan teknologi
informasi sangatlah penting untuk mempermudah menyelesaikan pekerjaan.
1.2 Rumusan Masalah
- Data masing-masing karyawan berbeda satu sama lain nya dan biasanya atasan menginginkan data tersebut dengan cepat.
- Bagai mana atasan dan para karyawan dapat berbagi data secara mudah dan cepat.
1.3 Batasan Masalah
- Objek penelitian pada sebuah perusahaan
- Berbasis jaringan Local (LAN)
- Merancang topologi jaringan komputer.
1.4 Analisis Permasalahan
- Perusahaan ini berbagi data dari computer satu dengan computer yang lainnya masih menggunakan flask disk dan data tersebar di semua computer.
- Perusahaan ini belum memiliki system jaringan computer dengan baik.
Karena hal tersebut terbentuk keinginan
untuk membantu perusahaan tersebut untuk membuat sistem jaringan
komputer agar dapat memberikan gambaran dalam membangun sistem jaringan
komputer dimasa mendatang dengan waktu implementasi lebih cepat.
1.5 Pemecahan Masalah
Berdasarkan permasalahan pada sub bab
sebelumnya, maka dibuatlah perancangan dan implementasi routing dinamis
OSPF pada jaringan komputer menggunakan router cisco, yang memberi
kontribusi pada sebuah protokol yang cepat, scalable, dan kuat, yang
dapat diterapkan secara aktif pada ribuan network produksi.
1.6 Tujuan Membangun
Tujuan dari membangun jaringan ini adalah
untuk menghasilkan rancangan dasar jaringan komputer pada perusahaan
three pringsewu lampng
1.7 Manfaat Membangun
Sebagai acuan bagi para pembaca dalam merancang jaringan komputer agar lebih cepat dalam pembuatannya.
II. KAJIAN TEORI
2.1 Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem
yang terdiri atas komputer-komputer yang di desain untuk dapat berbagi,
berkomunikasi, dan dapat berbagi informasi. Berdasarkan geografis,
Jaringan komputer terbagi beberapa bagian diantaranya : Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN). Berdasrkan fungsinya, Jaringan komputer terbagi atas : Client-server dan Peer-to-peer.dan topologi jaringan dibedakan atas : Topologi Bus, Topologi Bintang, Topologi Cincin, Topologi Pohon dan Topologi Linier.
Jaringan komputer menawarkan
banyak fasilitas dalam hal anda bekerja dan menghabiskan waktu dengan
computer dan juga perangkat electronic lainnya yang dengan dukungan
jaringan yang anda bangun, anda akan secara umum mendapatkan banyak
keuntungna dan manfaat antara lain:
a) Bersama semua komputer yang
ada dalam jaringan, anda bisa sharing / berbagi koneksi broadband
internet sehingga setiap orang bisa browsing internet secara bersamaan.
b) Anda bisa akses email pribadi
anda sementara yang lainnya chatting, download lagu, video, atau bahkan
bermain game online .
c) Bisa sharing berbagai macam dokumen dan file termasuk music, video, photo, dll
d) Menyimpan semua file – dokumen,
pustaka music, video, photo digital, dokumen lainnya di satu tempat
yang bisa diakses secara bersama atau bahkan bisa diberikan suatu
keamanan siapa yang boleh baca tulis, atau siapa yang dapat akses file
apa dan siapa yang tidak boleh atau dilarang baca atau modifikasi file
tersebut.
e) Anda bisa mengamankan jaringan komputer anda dengan secara terpusat dari serangan dan ancaman keamanan dari internet.
f) Bersama seluruh / beberapa
anggota keluarga anda bisa bermain game multiplayer bahkan keluar
internet online game bersama teman-teman anda didunia maya.
g) Bisa berhemat dengan pemakaian printer, scanner, plotter, dan peripheral lainnya secara bersamaan.
h) Dengan Storage area network
(SAN), anda bisa memusatkan penyimpanan data dan dokumen lainnya
kedalamnya dan anda bisa mengelolanya dengan administrasi sesuai
kebutuhan.
2.2 Jaringan LAN (Local Area Network)
Jaringan LAN digunakan dalam rancangan
adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam satu lokal
area (biasanya dalam satu gedung atau antar gedung). Biasanya digunakan
dalam rumah, perkantoran, perindustrian, universitas atau akademik,
rumah sakit, dan daerah yang sejenis. Pada jaringan LAN kecepatan
transmisi data dapat mencapai 1 sampai 100 megabit perdetik. Berbagai
tipe Lan telah dibangun dan diinstalasi, namun beberapa tipe menjadi
lebih dominan dari yang lain. Keuntungan menggunakan LAN adalah :
a) Akses data antar komputer berlangsung cepat dan mudah
b) Dapat menghubungkan banyak komputer
c) Dapat terkoneksi ke internet
d) Back Up data berlangsung lebih cepat dan mudah
2.3 Packet Tracer
Packet Tracer adalah sebuah software
simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang
sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware)
terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software ini. Simulasi
ini sangat bermanfaat jika membuat sebuah jaringan yang kompleks namun
hanya memiliki komponen fisik yang terbatas.
2.4 Routing
Routing adalah proses pengiriman data
maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan
satu ke jaringan lainnya.
Konsep dasar routing : Bahwa dalam
jaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP (Transmission
Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat sehingga pengiriman
paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP
membagi tugas masing-masingmulai dari penerimaan paket data sampai
pengiriman paket data dalam sistem sehingga jika terjadi permasalahan
dalam pengiriman paket data dapat dipecahkan dengan baik.
2.5 OSPF
OSPF adalah routing protocol jenis link
state yang dengan cepat mendeteksi perubahan dan mejadikan routing
kembali konvergen dalam waktu singkat dengan sedikit pertukaran data.
OSPF menggunakan konsep area dengan routing domain OSPF. Area memisahkan
network menjadi lebih kecil untuk mengurangi jumlah trafik protokol
yang melalui network. Metric OSPF berdasarkan bandwith dari port. OSPF
memilih jalur yang mempunyai bandwith paling besar.
2.6 Server
Server adalah suatu sistem komputer yang
menyediakan jenis layanan tertentu untuk client dalam suatu jaringan
komputer. Server dilengkapi dengan sistem operasi khusus untuk
mengontrol akses dan sumber daya yang ada di dalamnya biasanya sistem
operasi khusus tersebut disebut sistem operasi jaringan atau network
operating system. Selain itu Server didukung dengan dan RAM yang besar
dan prosesor yang bersifat scalable.
Server didukung dengan prosesor yang
bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem
operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan. Server
juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses
terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti
halnya berkas atau pencetak, dan memberikan akses kepada stasiun kerja
anggota jaringan.
2.7 Fungsi Router
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.
2.8 Bagian-bagian Roter
1. RAM
Fungsi utama RAM pada router adalah
menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan (running configuration) dan
sistem operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table, menangani cache
ARP, menangani fast-swtiching cache, menyediakan memori sementara utk
konfigurasi file, menangani paket buffer, mengelola antrian paket. Sifat
RAM adalah semua data yang disimpan akan hilang ketika kehilangan
sumber daya atau pada saat akan direstart.
2. NVRAM (Non Volatile RAM)
NVRAM berguna untuk menyimpan konfigurasi
start-up (start-up configuration). Isinya akan tetap ada walaupun
router kehilangan power.
3. FLASH MEMORY
Flash berguna untuk menyimpan IOS
(Operating System Image). Memory ini bisa menyimpan berbagai versi
software IOS. Merupakan jenis EEPROM (Electronically Erasable
Programmable ROM), jadi walaupun router kehilangan power, isinya tetap
ada.
4. ROM
ROM berguna untuk menyimpan sistem
bootstrap yang berfungsi untuk mengatur proses dan menjalankan Power On
Self Test (POST) dan IOS Image.
5. INTERFACE
Interface merupakan komponen eksternal
dari suatu router. Sebelum menkonfigurasi router, masing-masing fungsi
komponen tersebut harus diketahui terlebih dahulu karena komponen yang
akan dikoneksikan ke router menggunakan interface yang berbeda
tergantung komponennya yang akan dihubungkan. Gambar di atas
memperlihatkan interface standar yang dimiliki oleh sebuah router yang
meliputi:
- Serial Ports, terdiri dari Serial0 dan Serial1
- Fast Ethernet Ports, pasti sudah pada kenal semua
- Console Port, port untuk menghubungkan router degan dunia luar, port ini akan terhubung ke serial port di PC kita dengan menggunakan kabel Roll Over
- Auxiliary Port, hampir sama dengan Console Port, dan tidak semua port ini dimiliki oleh router
- Power Switch, untuk power
Bagaimana kita dapat terhubung ke router? Kita dapat memilih alternatif dibawah ini, yaitu melalui:
- Port Console
- Port Aux
- Telnet (Ethernet atau Serial Port)
Untuk Fast Ethernet, saya kira tidak ada
kesulitan, karena hampir semua sudah mengenal. Yang perlu diperhatikan
adalah koneksi serial. Koneksi ini mempunyai dua sisi, yaitu DTE dan
DCE. DTE (Data Terminal Equipment) disebut juga koneksi male(jantan),
sedangkan DCE (Data Circuit-terminating Equipment) disebut koneksi
female (betina).
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metodologi Penelitian
Dalam melakukan pengumpulan data – data yang dibutuhkan penulis menggunakan beberapa metode, yaitu :
- Metode Observasi
Metode ini pengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung pada Perusahaan three pringseu,
- Metode Wawancara
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengadakan dialog langsung dengan pihak yang berkaitan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Perancangan Subnet
Dalam perusahaan ini mempunyai tiga divisi yaitu divisi Manager, divisi HRD, dan divisi Karyawan, dan setiap divisi mempunyai komputer PC yag berbeda dimana Divisi manager memunyai 2 komputer PC, divisi HRD mempunyai 2 komputer PC dan divisi Karyawan mempunyai 5 komputer PC.
4.3 Perencanaan Alat dan Biaya
Tabel 1: Rancangan Alat dan Biaya
No
|
Alat
|
Banyaknya
|
Harga satuan
|
Jumlah Biaya
|
1
|
Roter | 2 |
30.000.000
|
60.000.000
|
2
|
Hub | 2 |
250.000
|
500.000
|
3
|
Swich | 1 |
500.000
|
500.000
|
4
|
Modem | 1 |
400.000
|
400.000
|
5
|
Komputer Server | 1 |
2000.000
|
2000.000
|
6
|
Kabel RJ45 | 200 m |
2500/m
|
500.000
|
7
|
Kepala RJ45 | 50 buah |
1000/buah
|
50.000
|
8
|
Kabel Serial | 20 m |
10.000
|
200.000
|
9
|
Kepala Serial | 2 |
15.000
|
30.000
|
JUMLAH
|
64.180.000
|
|||
4.4 Perencanaan IP Adress
Peulis kali ini akan menggunakan ip kelas C untuk router dengan router, yang menggunakan kabel serial dengan subnet mask 0/30
Sedangkan untuk setiap komputer menggunakan subnet mask 0/29
IP port serial yang berada pada router satu dan dua menggunakan ip adress
IP port fastEthetnet 0/0 yang berada pada router satu menggunakan ip address
dengan demikian komputer manager dan server menggunakan ip address 111.1111.111.2/29 sampai 111.111.111.6/29
IP port fastEthetnet 0/1 yang berada pada router satu dan untuk kabel modem menggunakan ip address
dengan demikian modem menggunakan ip address 100.100.100.2/29 sampai 100.100.100.6/29
IP port fastEthetnet 0/0 yang berada pada router dua menggunakan ip address
dengan demikian komputer HRD menggunakan ip address 222.222.222.2/29 sampai 222.222.222.6/29
IP port fastEthetnet 0/1 yang berada pada router dua menggunakan ip address
dengan demikian komputer Karyawan menggunakan ip address 102.102.102.2/29 sampai 102.102.102.6/29
Setingan IP Kompuuter Manager
Setingan IP Komputer HRD
Setingan IP Komputer Karyawan
4.5 Setingan Router
Setingan router1 fastEthernet 0/0
Setingan router1 fastEthetnet 0/1
Setingan router1 serial 0/0/0
Setingan router2 fasEthernet 0/0
Setingan router2 fasEthernet 0/1
Setingan router2 serial 0/0/0
Setingan routing OSPF Router 1
Setingan routing OSPF Router 2
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut, maka dengan
penggunanan aplikasi routing protokol OSPF yang secara umum dapat
digunakan oleh router lainnya, dengan kata lain bahwa routing protokol
OSPF ini dapat digunakan seluruh router yang ada bukan hanya cisco, akan
tetapi secara keseluruhan dapat mengadopsi routing protokol OSPF,
dengan menerapkan desain jaringan TCP/IP yang baik
Dalam merancang sebuah desain sistem
jaringan komputer tidak hanya sekedar merancang sebuah kebutuhan akan
adanya sebuah jaringan disuatu tempat atau instansi , akan tetapi tapi
lebih dari itu, diperlukan sebuah analisa kebutuhan yang nyata dan
harapan dari pengguna dari apa yang akan dirancang dan diperlukan
keahlian serta kreatifitas dari seorang designer sehingga rancangan
tersebut menjadi baik serta bermanfat bagi pengguna.
5.2 Saran
Untuk meningkatkan routing dinamis pada jaringan komputer menggunakan
routing protokol OSPF, perlu adanya pengembangan- pengembangan lebih
lanjut. Hal yang perlu dikembangkan antara lain:1. Routing protokol OSPF ini dapat dikembangkan dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan yang ada.
2. Routing protokol OSPF ini dapat dikembangkan dengan menggunakan hardware dan software yang ada sesuai dengan perkembangan software dan teknologi perangkat hardware sekarang ini.
Cisco OSPF Command and Configuration Handbook, halaman 3-9 Oleh William R. Parkhurst
Routing Protocols and Concepts, CCNA Exploration Companion Guide, halaman 10 Oleh Rick Graziani and Allan Johnson.
http://ilmukomputer.org/2013/01/10/konfigurasi-routing-ospf-pada-router-cisco/
http://www.slideshare.net/dyang10/cisco-networking-academy-instructor-packet-tracer-manual
www.netacad.com/web/about-us/cisco-packet-tracer





